How-to

Cara Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Klas I Surabaya

Postingan ini saya sadur dari laman Shofy Amalia [link].

Tengah malam tiba-tiba keinget pengalaman menyatroni kantor imigrasi. Jadi pengen sharing lah gini ini. Dengan catatan, kantor imigrasi yang saya satroni adalah Kantor Imigrasi Klas I Surabaya, tapi-yang-anehnya-ada-di-Sidoarjo -__-“. Jadi cerita saya ini berdasarkan pengalaman di lapangan. Bisa jadi sama atau malah beda untuk kantor-kantor imigrasi lainnnya.

Pertama yang perlu diketahui, siapapun bisa mengurus paspor dimanapun; nggak harus sesuai dengan alamat KTP. Orang Malang bisa ngurus paspor di Surabaya. Orang Kalimantan bisa juga ngurus paspor di Jakarta. Siapapun dimanapun. Asalkan punya syaratnya:

  • WNI. Ditandai dengan mempunyai KTP yang masih berlaku
  • Akta Kelahiran
  • Kartu Keluarga
  • Dokumen pendukung lain, seperti Ijazah (yang mengandung nama ayah), dan/atau surat tugas kantor, dll. Yang tercetak nama anda disana. Menurut penerawangan sih, buat kroscek nama aja. Ada yang berubah apa enggak.

Kalo udah memenuhi persyaratan diatas, anda sudah bisa ngurus paspor itu sendiri. SEN-DI-RI. Biayanya kemarin waktu saya ngurus di akhir tahun 2011, Rp. 255.000,00 + Rp. 10.000,00. Sepuluh ribu untuk apa? ikuti cerita selanjutnya. 

Kalo gak mau ribet, ada juga sih yg nyediain jasa buat ngurusin, biayanya variatif tergantung agennya. Bisa sampe Rp. 1.000.000,00. Paling murah setahu saya Rp. 500.000,00. Jangan tanya ngurus lewat siapa. Saya cuman denger dari omongan orang-orang aja.

Kalo saran saya sih, mumpung masih muda, ngurus sendiri aja. Manfaatnya, lebih hemat dan jadi tau kinerja sistem; yang-banyak-gak-efektifnya-dan-rawan-sekali #yahbegitulah.

Untuk pengajuan aplikasi kalau offline (bukan via internet) paling nggak butuh 3 kali wara-wiri ke kantor imigrasi. Kalo via online, bisa cuman 2 kali wara-wiri ke kantor imigrasi #FYI

Untuk yang mau ngurus sendiri, ini dia triknya:

VIA OFFLINE (tradisional)

HARI KE-NOL (Persiapan Dokumen):

  1. Siapkan semua dokumen asli dari persyaratan yang sudah disebutkan sebelumnya dalam satu map. *biar gak ribet*
  2. Pergi ke tempat fotokopi. Minta semua dokumen tadi di fotokopi di A4. Tolong di catet: A4. Kalo enggak, ntar di imigrasi nya ditolak. Untuk fotokopi KTP, difotokopi di halaman A4, tanpa dipotong. Jadi emang dibiarin gede begitu.
  3. Siapkan 1 buah Materai 6000.

HARI PERTAMA (Pengumpulan Formulir):

  1. Semua dokumen di Hari ke-nol dibawa. Asli, fotokopi dan materai.
  2. Bawa alat tulis, termasuk lem (Air juga cukup sih. Buat nempel materai). Lebih enak lagi bawa juga alas papan buat nulis.
  3. Dateng pagi-pagi (sekitar jam 6 udah sampe) ke kantor imigrasi di daerah Waru. Persis turun dari jembatan layang, sebelah kanan. Tapi itu baru kantornya. Kita masih butuh puter balik di..jauh sana. Sebelum Aloha.
  4. Sesampai di Kantor Imigrasi, tanya satpam kalo mau ngurus paspor dimana.
  5. Ikut antrian di depan Ruang Tunggu, tapi jangan jadi yang paling depan. Semakin kecil nomor urut anda, semakin sedikit waktu anda untuk membeli dan mengisi formulir. Urutan keduapuluh pas-lah rasanya. Tunggu pintu Ruang Tunggu dibuka sekitar jam 6.45
  6. Setelah dibuka, biasanya ada petugas yang ngarahin. Kita disuruh duduk dibangku biru sebelah kiri.
  7. Nunggu dibagi nomor antrian oleh petugas. Yang agak aneh disini nih. Padahal sudah ada mesin antrian semacam di bank, tapi kenapa butuh dibagi manual. Saran: Peletakan mesin antriannya mungkin yang agak kurang pas.
  8. Setelah dapet nomor antrian, biasanya nomornya A-XXX, simpan nomor antrian tsb dengan baik. Jangan sampai hilang. Kemudian duduk tenang aja dulu sambil lihat TV. Biasanya jeda antara dibagi nomor antrian sama loket buka lumayan lama.
    Mungkin di fase ini anda akan bingung karena melihat orang-orang membawa map hijau sedangkan anda tidak. Yah, tenang saja. Segera setelah loket dibuka anda juga akan.. membelinya.
    Remember: Kalo anda dapet antrian dibawah A – 015, sebaiknya tukarkan dengan orang yang punya nomor antrian antara A – 020 hingga A – 025. Pasti orang yg diajak tukeran mau. Soalnya nomor antrian anda lebih kecil. Kenapa kita butuh nomor antrian yg lebih besar? Karena Semakin kecil nomor antrian anda, semakin sedikit waktu anda untuk membeli dan mengisi formulir. Tapi kalo kebesaran nomor antrian juga ga enak. Ntar nunggunya kelamaan. Jadi nomor antrian A – 020 pas-lah sekiranya.
  9. Setelah loket dibuka, anda keluar dari ruang tunggu, ke arah kiri. Lurus aja, sampe disebelah kanan ada tempat fotokopi. Tapi bukan tempat ini yg kita tuju. Namun sebelah kanannya tempat fotokopi, atau kalau dari anda, sebelah kiri tempat fotokopi, ada tempat pembelian materai. Silakan disitu beli map hijau seharga Rp. 10.000,00.
  10. Habis beli map, jangan kaget karena pas dibuka gak nemu selembar pun formulir. Lantas dimana Formulirnya?
  11. Formulirnya bisa diambil di Customer Service secara cuma-cuma #pfft. Posisi Customer Service, ada di tempat mirip pos polisi di samping kiri Ruang Tunggu tadi deket pintu masuk.
  12. Bilang ke orang yang di customer service, “Minta formulirnya pak/bu”
  13. Segera setelah di kasih, masuk lagi ke ruang tunggu. Kalo kursi birunya udah gak ada yg kosong, berdiri aja deket-deket situ gak papa, kemudian isi formulir tersebut. Jangan terlalu lama. Perhitungkan juga jarak antrian dari yang sedang dipanggil dengan nomor antrian anda. That’s why butuh alas papan. Lebih enak nulisnya.
  14. FYI, kalo ada pertanyaan jenis paspor, pilih yang 48H. Itu maksudnya paspor biasa 48 Halaman. Untuk jenis-jenis paspor yang lain, silakan menggooglingnya sendiri 😀
  15. Setelah formulir diisi, masukkan semua fotokopi-fotokopi dokumen di map hijau tadi. Dokumen asli pisahkan di lain map.
  16. Tunggu nomor antrian anda dipanggil ke Loket 3.
  17. Ketika dipanggil, serahkan nomor antrian beserta map hijau.
  18. Kasih tunjuk juga dokumen aslinya. Dokumen asli ini bukan untuk dikumpulkan. Hanya sebagai kroscek data.
  19. Setelah selesai di Loket 3. Anda akan mendapatkan form putih kecil ukuran A5 berisi jadwal untuk Foto dan Wawancara. Biasanya sih besoknya. Tapi juga tergantung banyaknya aplikasi yang masuk ke masing-masing kantor imigrasi.
    Waktu meninggalkan Loket 3, pastikan kembali semua dokumen asli anda lengkap di tangan anda.
  20. MISI HARI PERTAMA: SELESAI
  21. Pulang

Estimasi waktu di hari pertama, datang pukul 06.00 pulang pukul 09.00. Dengan asumsi anda mendapatkan nomor antrian tidak lebih dari A – 025.

HARI KEDUA (Foto dan Wawancara)

  1. Bawa Form Putih Kecil hasil dari Loket 3
  2. Semua dokumen asli dibawa
  3. Dateng pagi-pagi sekitar jam 6
  4. Ikut antrian didepan Ruang Tunggu seperti Hari Pertama. Tunggu pintu Ruang Tunggu dibuka. Sambil menunggu, siapkan form putih kecil yg dibawa tadi. Ambil dari tas, bawa di tangan.
  5. Setelah Ruang Tunggu dibuka, kumpulkan form putih tadi di Loket 5 yang ada di sebelah kanan anda. Di meja Loket 5 ada keranjang kecil warna merah. Tumpuklah disitu.
  6. Kemudian duduk di bangku-bangku silver yang ada di depan Loket Kasir hingga Loket 5.
  7. Tunggu nama anda dipanggil oleh petugas di Loket 5. Pasang Telinga baik-baik.
  8. Setelah nama anda dipanggil oleh petugas Loket 5, anda akan menerima nomor antrian untuk Foto, biasanya diawali huruf B – XXX.
  9. Setelah dapet nomor antrian, duduk kembali di kursi anda tadi jika beruntung belum diembat orang.
  10. Tunggu nomor antrian anda dipanggil oleh autotune untuk ke Loket Kasir, sebelah kiri dari Loket 5. Siapkan uang pas. Rp. 255.000,00
  11. Ketika nomor antrian anda dipanggil untuk ke loket Kasir, kasih aja form yang didapet dari Loket 5 dan uangnya kepada petugas di Kasir. Gak usah ditunggu. Bukti pembayaran dan/atau uang kembaliannya akan dikasih nanti. Langsung duduk aja lagi. Setelah itu selang beberapa waktu Nama anda akan dipanggil kembali oleh kasir untuk mengambil bukti pembayaran dan uang kembalian jika ada. Sounds wrong? Yeah. Kenapa begitu? Entah. Tanya mbak Kasirnya aja kenapa begitu.  Kok gak efektif banget? Ya.
    Jika anda sedang tidak beruntung, dalam tahap ini anda akan kehilangan kursi berkali-kali. Disebabkan karena berkali-kali duduk-berdiri-duduk-berdiri. FFUUUU. Inilah yang saya sebut dengan sistem kurang efektif.
  12. Dengan bersungut-sungut ketika tidak mendapatkan kursi anda kembali, tunggulah dengan sabar — sembari berdiri tentunya — nomor antrian anda dipanggil untuk foto dan wawancara di Loket Biometrik.
  13. Sambil menunggu, simpan dengan baik segepok bukti pembayaran anda. Masukkan kedalam tas.
  14. Ketika nomor antrian dipanggil, bawalah juga dokumen asli kedalam Loket Biometrik. Disana akan dilakukan pemotretan dan wawancara. Wawancaranya biasanya kroscek tentang data, sama ditanyai tujuan bikin paspor.
  15. Selesai dari Loket Biometrik, anda sudah bisa pulang.
  16. MISI HARI KEDUA: SELESAI

Estimasi waktu di hari kedua juga sampai pukul 09.00. Dengan asumsi anda mendapatkan nomor antrian tidak lebih dari B – 025.

HARI KETIGA (Pengambilan Paspor)

Biasanya paspor jadi 2 hari setelah jadwal Foto dan Wawancara. Untuk memastikannya, bisa di SMS dengan format dan kirim ke nomor tujuan seperti yang tertera pada segepok bukti pembayaran.

  1. Bawa segepok bukti pembayaran
  2. Siapkan KTP Asli
  3. Datang makin pagi, antrian makin sedikit.
  4. Loket pengambilan paspor ada di sebelah Customer Service. Kalo dari pintu masuk, sebelum Customer Service.
  5. Di Loket ini gak ada sistem nomor antrian. Jadi belum tentu First In First Out. Pinter-pinter kita aja ambil posisi depan loket. Tapi ingat, tetap budayakan antri. Hueheeheee.

Pengalaman saya waktu pengambilan paspor adalah dateng jam 08.00 pagi, pulangnya jam 09.00.

Yang butuh diperhatikan:

  • Semua proses diatas harus dilakukan sendiri oleh orang yang bersangkutan. Hanya bisa diwakilkan oleh orang yang terdaftar dalam satu susunan Kartu Keluarga (kecuali untuk foto dan wawancara, anda harus benar-benar melakukannya sendiri).
  • Untuk nomor antrian A – XXX, hari Senin – Kamis disediakan sampai 100. Kalo hari Jumat cuman sampai 50. dan FYI, nomor antrian ini biasanya jam setengah 8 aja udah habis! Щ(ºДºщ)
  • Di kantor imigrasi emang ada tempat fotokopi. Tapi harganya 3 kali lipat dari fotokopi di luaran. Jadi mending siapin dari rumah aja.

VIA ONLINE (web imigrasi: http://www.imigrasi.go.id)

Maaf-maaf untuk alur via online, saya kurang begitu tahu karena gak merasakannya secara langsung. Tapi menurut pengamatan saya setelah beberapa kali menyatroni kantor imigrasi, enaknya via online itu:

  1. Hari Pertama gak perlu antri untuk dapet nomor antrian. Tapi sebaiknya tetep dateng sebelum pintu Ruang Tunggu dibuka. Karena semakin pagi anda menumpuk berkas, semakin cepet selesai urusan anda di Kantor Imigrasi.
  2. Proses pengumpulan formulir, foto dan wawancara, cukup dilakukan dalam waktu satu hari. Tapi, satu harinya itu ya bener-bener satu hari. Kalo yg offline kan cuman sampe jam 09.00, nah kalo ini bisa dari pagi jam 06.00 sampe jam 12.00. Sama aja sih sebenernya. Cuma yang online ini, 2 hari digabung jadi 1.

Yang butuh diperhatikan:

  • Sebelum datang ke kantor imigrasi untuk ngurus-ngurus, pastikan anda sudah melengkapi data yang diminta di web imigrasi http://www.imigrasi.go.id.
  • Waktu datang di hari pertama, anda sudah harus dalam keadaan memiliki map hijau dan mengisi formulir. Karena apa? karena untuk via online ini, pengumpulan formulir gak pake nunggu dipanggil. Begitu memasuki ruang tunggu, silakan tumpuk map hijau anda di Loket 2. Semakin pagi menumpuk, semakin cepat berkas anda diproses. Perhatikan juga, Loket 2 ini biasanya tutupnya jauh lebih awal dari loket-loket lainnya.

Ringkasnya:
Via offline: Loket 3 – Loket 5 – Kasir – Loket Biometrik – Pengambilan Paspor
Via online: Loket 2 – Loket 5 – Kasir – Loket Biometrik – Pengambilan Paspor

Sekian informasi yang bisa dibagi. Ngurus dokumen sendiri? Santai aja. Gampang. Gak usah grogi. Bapak-bapak yang jaga di pintu Ruang Tunggu ini baik kok. Nanya2 aja sama beliau. Kuncinya di Imigrasi Surabaya ini adalah dateng pagi; biar kebagian nomor antrian. Ada kantor layanan masyarakat yg udah diserbu pengunjung di jam setengah 6 pagi? ya imigrasi ini.

Parkirannya pun gila-gilaan. Gak mobil gak motor sama aja. Meluber kemana-mana. Saya pernah lho sampe parkir di Rumah Sakit Mitra saking penuhnya parkiran Kantor Imigrasi Surabaya. Padahal jaraknya lumayan. 500 meter ada mungkin. Itu gara-garanya, saya belum tau apa-apa, dan dateng ke Imigrasi jam setengah 10. Bah! Diguyu tengu! Hahahaaa. That’s why i know how ‘tricky’ the queue thingy 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s