Short Stories

Tentang Kesuksesan dan Rahasianya

Prolog

Baru pagi ini saya mendengar kajian Ust. Abdullah Gymnastiar yang membahas tentang ‘Hati yang Bersih’, lalu saya teringat dengan percakapan saya dengan dua teman perempuan kemarin via sosial media yang bertanya tentang apa saja yang saya lakukan hingga saya menjadi ‘hebat’ di mata mereka. Hal ini lagi-lagi membuat saya takut kalau-kalau hati saya jadi kurang bersih dalam menerima respon positif dari orang lain.

Tentang kesuksesan yang berujung pujian…

Cuplikan pernyataan dari teman yang mengenal saya di dunia maya:

chat1

chat2

chat3

chat4

Alhamdulillah kalau saya bisa menjadi motivasi dan inspirasi mereka dalam kebaikan. Berkaca dari laman sosial media saya yang memang secara sengaja hanya saya buat untuk ‘menampilkan’ hasil kesuksesan saya.

Ibu saya pernah berkata,

“Untuk apa orang tahu kesedihan kita, pedihnya menggapai kesuksesan, air mata yang seringkali mengalir dalam diamnya malam, kalau pada akhirnya hanya membuat mereka tidak termotivasi. Justru dengan menceritakan hal-hal baik seperti ini, harapannya akan membuat yang mendengar semakin terpacu meraih prestasi.”

Namun konsekuensinya adalah saya akan menuai beberapa pujian.

Padahal salah satu ujian terbesar saya adalah ketika dipuji.

Justru pujian membuat saya terlena dan lupa. Lupa kalau semua ini hanyalah titipan Allah SWT dan bukan kewenangan saya. Lupa hingga takut menjadi riya’, padahal mahkota sombong hanya milik Allah SWT semata.

Tapi tanpa pujian, saya kadang merasa tidak mendapatkan pengakuan. Dan hal ini yang masih belum bisa saya lepas hingga saat ini. Saya tahu ini kurang baik, tapi saya hanyalah manusia biasa yang butuh pengakuan dan penghargaan yang kasat mata. Saya masih suka mengumpulkan lembaran-lembaran kertas bertuliskan nama saya apalagi kalau ada tulisan first winner atau lulusan terbaik.

Nothing can beat that feelings! Because I really love the challenge!

I know that this is not good – but still – I want that paper and recognition, haha. Duniawi dan receh memang, tapi yaa saya masih belajar untuk menjadi insan yang ihsan.

Lalu apa rahasia kesuksesan saya?

Kembali ke pertanyaan-pertanyaan yang saya terima dari teman saya tadi. How come I become this success? Apa ada amalan khusus yang saya lakukan?

chat5

chat6

Dalam kajiannya tadi, Aa Gym berkata bahwa sebisa mungkin amalan harus disembunyikan, takutnya nanti malah mengotori hati dan jadi tidak ikhlas. Ingin mendapat pujian manusia, bukannya berniat mencari ridho Allah.

“Mau nggak kalau kita tiap hari dikasih susu murni gratis? Tapi tanpa sepengetahuan kita, susu murni itu dicampur dengan kotoran sapi walau sesendok kecil saja. Mau minum susu itu nggak? Seperti itulah hati yang kurang bersih saat melakukan suatu amalan/perbuatan baik.” – Aa Gym

Tapi ada amalan yang boleh kita ceritakan, dengan niatan berbagi pengalaman dan hikmah yang akan mendatangkan manfaat. Dan sampai sekarang saya masih berjuang untuk meluruskan niat ketika menceritakan pengalaman sekedar ingin berbagi kebermanfaatn, bukan malah menjadikan riya’.

Sejujurnya, saya tidak pernah melakukan amalan-amalan khusus yang rutin.

Ibadah saya biasa saja.

Sholat wajib, berusaha tepat waktu, namun kenyataannya istiqomah bahkan lebih sulit dari apapun. Pantas saja pahalanya juga engga sedikit, hehe. Pun dengan puasa sunnah, kalau lagi rajin ya Senin-Kamis, kalau lagi futur ya begitulah.

Kalau urusan sholat malam dan sholat sunnah, suami saya jauuuh lebih rajin dan istiqomah. Tidak pernah lepas dhuha dan tahajudnya. Puasa Senin – Kamis pun selalu dilakukan. Beda jauh lah amalan saya dan suami. Karenanya saya sangat bersyukur Allah menjodohkan saya dengannya. Lho kok malah jadi cerita suami? Haha.

Back to topic. Tentang amalan ataupun trik khusus yang saya lakukan hingga menjadi seperti ini yang nampak luarnya produktif dan engga punya capek. Saya kasih tau ya rahasianya. Saya menjadi seperti sekarang ini bukan karena kehebatan (membagi waktu atau apapun) maupun kecerdasan saya, tapi karena doa-doa yang tak henti dipanjatkan oleh kedua orang tua, kedua mertua saya, suami dan orang-orang baik di sekitar saya.

Apalah saya ini hanya manusia yang banyak dosa dan banyak salah. Tanpa mereka saya tidak bisa menjadi seperti sekarang. Juga karena Allah Maha Baik yang selalu menyimpan kekurangan dan dosa-dosa saya hingga orang lain hanya mengetahui prestasi-prestasi dan kebaikan-kebaikan saya.

Ada proses panjang dalam tiap kesuksesan…

Alhamdulillah Allah memberi saya amanah menjadi seperti yang terlihat sekarang. Pun saya juga butuh proses yang panjang dan melelahkan, juga kadang terasa berat ingin berhenti. Kalau saya ceritakan disini mungkin bisa jadi buku sendiri ya haha. Pernah juga saya merasa ingin melepas S2 saya (karena saat itu saya benar-benar berada di titik terendah) dan berhenti saja masa bodoh dengan ijazah.

Tapi kembali lagi pada niatan untuk selalu menjadi manusia yang bermanfaat, karena sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat pada sesama.

Jadi motivasi saya muncul kembali. Juga karena saya ingin membahagiakan mereka yang saya sayangi, orang tua, mertua, suami, saudara dan sahabat lain. Akhirnya saya bisa memulai kembali apa-apa yang terasa sangat sulit diawal.

And finally…

Saya bukanlah seorang motivator yang bisa membuat pembaca termotivasi dan terinspirasi untuk meraih kesuksesan.

Karena saya percaya bahwa motivator terbaik itu adalah diri sendiri.

Dan jangan lupa setiap perbuatan harus dimulai dengan niat yang benar, mencari ridho Allah. Karena Allah menilai semua perbuatan dari niatnya. Dan Allah juga memberi imbalan dari niat yang diinginkan di awal sebelum melakukan sesuatu.

Mintalah kesuksesan dunia, maka hanya dunia yang akan engkau capai.
Mintalah kesuksesan akhirat, maka dunia dan akhirat akan engkau gapai.

Bandung, 25 Juli 2017

Advertisements

One thought on “Tentang Kesuksesan dan Rahasianya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s