Short Stories

Welcome October: A New Chapter Awaiting Us (Last Part)

Baca part 1 di sini dan part 2 di sini.

2019: I’ll Stay Just until This Year, Okay?

Setelah menimbang-nimbang dan membuat pemetaan baik buruknya apakah harus meninggalkan atau tidak, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan perjuangan di posisi sekarang. Dua ribu sembilan belas adalah batas tahun terakhir yang saya berikan pada diri sendiri untuk bertahan di sini apabila masih belum mendapatkan apa yang saya perjuangkan. Kalau memang hingga Desember 2019 belum mendapat ‘lampu hijau’, saya akan memilih exit strategy.

Di awal tahun 2019, saya mulai slow down dalam pencarian jalan kembali ke Bandung karena saya mulai menyadari satu hal yang sangat penting – hal yang sempat saya ‘lupakan’ di tahun-tahun sebelumnya – yaitu jangan berharap kepada makhluk, karena hanya Allah yang bisa menolong kita. Ah iya, kenapa saya tidak memasrahkan semuanya kepada Allah saja? Berharap kepada manusia hanya akan membuat sakit diri sendiri.

Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia. – Ali bin Abi Thalib

Februari 2019. Ada kabar baik menghampiri. Atasan saya berkata bahwa akan ada yang bergabung di unit kami. Beliau berkata setelah saya berhasil men-training orang baru (sebut saja C) sehingga menguasai semua job desc saya, saya akan dilepas. Dan bertepatan dengan bergabungnya C, saya mendapatkan jalan untuk berpindah ke Bandung dari Mas B – melalui temannya Mba E.

Di unit Mba E memang sedang membutuhkan orang baru karena banyak yang akan pensiun. Saya semakin senang karena atasan saya juga menyetujui kalau nantinya saya berpindah ke unit tersebut. Ah, akhirnya harapan pindah itu masih ada.

Maret 2019. Selain C, ada satu orang yang juga bergabung di unit kami (sebut saja D) sehingga pekerjaan saya sekarang diturunkan kepada C dan D. Saya semakin lega karena tidak meninggalkan beban pekerjaan apabila sewaktu-waktu dipindah ke Bandung. Karena semua pekerjaan dan ilmu selama di unit X sudah saya transfer kepada C dan D.

Namun hingga tengah tahun 2019, kabar perpindahan belum juga menemukan titik terang. Saya belum saja dilepas. Padahal saya merasa tanpa ada saya, pekerjaan sehari-hari sudah dapat dikerjakan oleh C & D. Namun saya tetap yakin bahwa Allah Maha Mengetahui kapan waktu terbaik saya dipindahkan ke Bandung.

Juli 2019. Ada berita yang sangat mengejutkan yaitu atasan saya pindah unit. Saya cukup kaget mendengar kabar itu karena saya merasa ‘ditinggalkan’ oleh atasan saya sebelum janjinya dipenuhi – memindahkan saya ke Bandung. Akhirnya saya terus kejar beliau supaya melepaskan saya dengan menandatangani kesepakatan perpindahan antar atasan dengan unit Mba E.

Agustus 2019. Bulan ini saya mendapat kabar bahwa ada yang ingin pindah dari Bandung ke Jakarta. Sempat galau antara pindah ke unit Mba E atau menerima tawaran penukaran staf dengan yang ingin pindah ke Jakarta. Sebenarnya tidak masalah ke mana saja asal lokasinya di Bandung. Akhirnya saya memutuskan untuk salat istikharoh, meminta petunjuk pada Allah supaya dipilihkan jalan terbaik. Dan sepertinya saya lebih condong untuk pindah ke unit Mba E.

September 2019. Surat kesepakatan antara dua atasan akhirnya telah ditandatangani. Namun sayangnya, our big boss ternyata belum sepaham dengan ex-atasan saya hingga pada akhirnya saya masih belum saja dilepaskan dari unit X.

“Nanti kamu dilepas kalau sudah ada anak baru (fresh graduate) yang masuk ke unit kita ya,” our big boss said

Saya pesimis dengan hal ini, kapan akan ada anak baru yang masuk unit X?Namun ternyata Allah permudah jalannya. Tidak berselang lama, ada satu freshgrad yang bergabung di unit kami. Saya lega karena sudah tidak ada lagi yang bisa menahan saya untuk pindah ke Bandung. Namun di bulan ini belum ada tanda juga bahwa SK mutasi saya akan diserahkan. Saya kembali pasrah dan tawakal, karena sepertinya semua usaha dan doa sudah dikerahkan.

A New Life After 44.352 km

Oktober 2019. Mutasi Nasional dan perpindahan atasan saya ke unit lain. Dua rancangan dari Allah yang membukakan pintu mutasi saya ke Bandung. Tepat tanggal 1 Oktober 2019 saya menerima kabar bahwa SK mutasi saya telah di-ACC bertepatan dengan agenda HR Mutasi Nasional. Itu artinya mulai bulan Oktober saya sudah resmi berada di jabatan baru di Bandung. Tepat pada tanggal 14 Oktober 2019 saya resmi memulai bekerja di regional. Alhamdulillah.

Empat puluh empat ribu tiga ratus lima puluh dua kilometer, menjadi titik akhir sebuah perjalanan panjang yang saya lalui selama tiga tahun terakhir.

Menembus Jakarta – Bandung sejauh 154 km, yang dalam seminggu saya harus bolak-balik menempuh 380km. Dalam sebulan menjadi 1.232km, hingga 14.784km dalam satu tahun dan berakhir di angka 44.352km dalam tiga tahun. Sebuah jarak yang fantastis kalau dihitung-hitung!

Perpindahan dari kantor pusat di Jakarta menuju kantor regional di Bandung mengakibatkan pendapatan bulanan turun hingga 16%. Tak mengapa, karena memang bukan nominal yang dikejar, namun keberkahannya :’) #menghiburdiri.

An Offering Letter

Di bulan yang sama, suami mendapatkan surat tawaran dari sebuah perusahaan asing yang berlokasi di Bandung. Dan setelah berdiskusi dengan saya, suami akhirnya mengambil penawaran tersebut dan meninggalkan BUMN yang telah ditempatinya selama tiga tahun.

Alhamdulillah setelah resmi pindah pada tanggal 22 Oktober kemarin, penghasilan suami naik hingga lebih dari 50%. Alhamdulillah dari sini saya semakin percaya bahwa rejeki itu hanya berpindah-pindah dalam bentuk lain – sama seperti energi. Karena dulu suami saya juga berkata, bisa jadi Allah menitipkan rejeki kepada keluarga kami lewat saya atau lewat suami. Dan hal ini saya rasakan di bulan Oktober, Allah ‘bayar tunai’ penurunan penghasilan saya dengan naiknya penghasilan suami. Karena kami niatkan untuk mencari berkah dan ridhoNya bersama-sama di Bandung.

Epilog

Perjalanan mutasi ini amat panjang dan melelahkan. Tidak memakan waktu yang sebentar. Tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Namun bukankah perjuangan akan lebih terasa manis setelah kita berusaha sekeras mungkin dan berdoa sesering mungkin?

Proses permintaan mutasi saya tidak mudah memang – karena saya memang ‘bukan anak siapa-siapa’. Berbeda dengan mereka yang dibawa ‘orang dalam’ bisa cepat sekali mutasinya. Namun saya percaya dengan mengandalkan kekuatan doa dan juga selalu berbaik sangka kepada Allah, hasilnya akan jauh lebih baik daripada bergantung pada manusia semata.

Welcome October, a New Chapter Awaiting Us!

Bandung, 14/11/2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s