Curhat · Talks

#Throwback Saman NTUST

First post in 2021, is abouth Saman’s major throwback šŸ˜€

Di awal tahun 2021 ini, mendadak teringat dengan masa-masa waktu masih jadi penampil tarian dari Aceh, Saman. Akhirnya saya memutuskan untuk mengumpulkan dan menyimpan ‘relik-relik’ Saman dari media sosial. Maklum dulu sewaktu masih di Taipei (2012-2014), telepon seluler saya masih jadul/tombol. Ngga punya smartphone, jadilah saya selalu mengandalkan dokumentasi dari orang lain untuk mengambil momen-momen berharga ini, hehe. Dulu sempat mau upload di blog lama, tapi ngga jadi-jadi, akhirnya baru upload sekarang haha.

Berawal dari satu panggilan telepon saat saya di Indonesia. Saya ingat sekali waktu itu saya mudik lebaran antara bulan Juli-Agustus 2012. Waktu itu Shofy – teman seperjuangan S2 di NTUST – menelepon dan menawari saya untuk ikut menjadi penari saman karena saat ini sedang diadakan closed recruitment. Saya pun bertanya balik, dari angkatan Spring 100 (angkatan kami masuk kampus), siapa saja yang ikut. Setelah mendapat jawabannya, saya pun mantap untuk ikut bergabung dalam kelompok penari Saman NTUST.

Sebenarnya, sejak saya melihat para penari Saman sewaktu Indonesia Culture Exhibition (ICE) 2012 yang diadakan oleh NTUST ISA (Indonesian Student Association), saya sudah bertekad agar di tahun ICE 2013 menjadi salah satu penari saman yang diiringi spotlight panggung megah. Dan doa saya dikabulkan Allah lewat panggilan telepon Shofy tadi. MasyaAllah. Ditambah lagi waktu menjadi penonton tari saman di ICE 2012, saya sungguh merinding melihat penampilan para penari saman yang semuanya adalah mahasiswa Indonesia di NTUST. Saat itu penari berjumlah 13 orang.

Kemudian pada tanggal 10 September 2012, latihan pertama saya lakukan bersama para penari senior dan beberapa teman dari NTUST ISA. Waktu itu sejujurnya saya tidak terlalu PD dengan hasil latihan privat selama bulan Agustus. Masih banyak gerakan tangan yang saya lupa, dan takut tidak sesuai dengan tempo irama. Namun dengan cita-cita menjadi performer saman di ICE 2013, saya makin semangat untuk terus berlatih saman sendiri di kamar. Terima kasih Mba Lia salah satu penari Saman senior sekaligus pelatih privat Saman yang sering saya repoti dulu.

Selama bulan September 2012 hingga Desember 2013, saya tampil sepuluh kali (catatan ini sudah pernah saya buat di blog lama):

  • 8 October 2012, International Conference
    • Venue: Top Floor International Building NTUST
    • Invited by NTUST, organized by NTUST-ISA
    • Special Remarks: First Debut as Saman Dancer
Image may contain: 2 people
Behind the scene before debut, me & Shofy
  • 2 November 2012, Event Friendship Walk
    • Venue: S Building NTUST
    • Invited by NTUST, organized by NTUST-ISA
  • 24 & 25 November 2012, Asian Cultural Day Festival
    • Venue: Huashan 1914 Creative Park
    • Invited by KDEI, organized by NTUST-ISA
    • Special Remarks: Meet a lot of performers from all around Asia
Image may contain: one or more people
2012 Asian Cultural Day, center: me & Mba Mei
  • 17 December 2012, International Conference
    • Venue: First Floor International Building NTUST
    • Invited by NTUST, organized by NTUST-ISA
    • Special Remarks: Performed Saman dance two days in a row
  • 18 December 2012, Gala Dinner Pariwisata
    • Venue: The Regent Hotel Taipei
    • Invited by KDEI, organized by NTUST-ISA
    • Special Remarks: Eat a lot of delicious hotel food #lol
  • 16 March 2013, Indonesian Culture Exhibition 2013
    • Venue: Auditorium NTUST
    • Organized by NTUST-ISA
    • Link: Youtube
    • Special Remarks: Dream come true, perform Saman in ICE 2013’s big stage
Image may contain: 14 people
17 Saman’s Performens at ICE NTUST 2013, center: Mba Reni, Diah’s debut stage
  • 27 April 2013, AISCT 2013
    • Venue: Asia University, Taichung
    • Invited by AISCT Member, NTUST-IMSA
    • Link: Youtube
  • 12 May 2013, Nada Cinta Kampung Halaman BMI Taiwan
    • Venue: Grand Sheraton Hotel Taipei
    • Invited by KDEI, organized by NTUST-ISA
    • Link: Youtube
    • Special Remarks: Saman Leader
Image may contain: 10 people, including Argo Hadi Kusumo
After the stage
  • 20 August 2013, 68th Indonesian Independence Day
    • Venue: The Westin Hotel Taipei
    • Invited by KDEI, organized by NTUST-ISA
    • Link: Youtube
Image may contain: 7 people
Saman dance in Independence Day, center: me & Mb Reni
  • 14 September 2013, Banqiao Autumn Concert Festival
    • Venue: Some Park in Banqiao, New Taipei City (forgot the name)
    • Invited by KDEI, organized by NTUST-ISA
    • Special Remarks: Last Saman Stage, continue coaching Saman
Image may contain: 8 people
Saman’s Last Stage, center: me & Mb Reni

This awesome 10th times performance crave a great memories in my lifetime, thank you to all Saman NTUST performers, especially sister Lia who teach me privately :’)

Di masa kurang lebih satu tahun menjadi penari Saman, saya juga didapuk sebagai ketua Saman NTUST pada periode Mei hingga Desember 2013, menggantikan ketua sebelumnya. Agak heran juga karena sepertinya saya belum pantas menjadi leader waktu itu. Tapi kata yang lain, tarian saman saya yang paling bagus diantara penari lain #kokPD hehe. Karena itu mungkin saya juga sering diposisikan sebagai center saat menari Saman (PD berikutnya, haha). Alhamdulillah yaa..

  • Koordinator Saman (2012-2015):
    • Juli 2012 – April 2013 (10 bulan) :
      • PIC: Nisa
    • Mei – Desember 2013 (8 bulan) :
      • PIC: Dini
      • Co-PIC: Rifqi
    • Januari – Agustus 2014 (8 bulan) :
      • PIC: Fayruz
      • Co-PIC: Dimas Ario
    • September 2014 – Maret 2015 (7 bulan) :
      • PIC: Dimas Ario
      • Co-PIC: Andini

Di balik semua kenangan indah menari di atas berbagai panggung tadi, ada peluh dan lelah yang harus dibayar. Kami harus rela latihan Saman selepas kuliah dan berkegiatan lainnya. Karena tak hanya menjadi mahasiswa, banyak dari kami juga menjadi pengurus organisasi kampus, juga bekerja paruh waktu. Hingga kadang latihan Saman harus berakhir di jam 11 hingga 12 malam.

Dan itu latihannya juga tidak sehari dua hari, tidak hanya sekali dua kali, demi menciptakan gerakan yang seragam. Dalam latihan juga sering tidak sinkron, pernah juga saling beradu kepala, salah tengok, salah gerakan tangan, dan lain-lain. Selain itu, menyamakan jadwal latber (latihan bersama) juga menjadi tantangan tersendiri. Dalam sekali latihan, ada saja yang tidak bisa hadir karena kesibukan lain.

Sebagai ketua sekaligus pelatih Saman pun harus ekstra sabar, karena saya pernah marah ketika di jadwal yang diperjanjikan semua terlambar untuk latihan. Bagaimana pun yang lain sudah merelakan waktu mereka untuk on time, namun ada saja yang terlambat. Tapi lagi-lagi saya harus bisa mengayomi para penari-penari masa depan ini #tsah.

Perjuangan latihan berhari-hari itu terbayar sudah ketika melihat wajah-wajah amaze penonton, plus tepuk tangan meriah dari mereka. Senang sekali rasanya :’), perjuangan kami terbayar tunai.

Success Is An Iceberg
Ya kira-kira gambarnya seperti ini perjuangan menghasilkan tarian Saman yang seragam hehe

So, that’s all. Perjalanan saya menjadi penari saman selagi menjadi mahasiswa di NTUST Taiwan. Pengalaman yang sangat berkesan, jadi penari sekaligus sepanggung sama suami haha.

Bandung, 7 Januari 2021

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s